Menteri KKP Pakai Uang Korupsi Untuk Belanja Barang Mewah Di Amerika, Pulangnya Malah Ditangkap KPK

26 November 2020, 06:22 WIB
Potret Edhy Prabowo (kiri) bersama dengan Istrinya (kanan) serta Prabowo Subianto (tengah) /Foto: Instagram @iisedhyprabowo

DESKJABAR- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 25 November 2020 malam, menetapkan Menteri KKP Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Penetapan tujuh orang tersangka tersebut setelah KPK melakukan pemeriksaan intensif terhadap 17 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan KPK yang dilakukan di Bandara Soekarno Hatta dan sejumlah tempat lainnya pada Rabu dinihari.

Dalam jumpa pers di Gedung KPK Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango membeberkan kronologis terjadinya penangkapan termasuk penggunaan sejumlah uang. Menurut Nawawi Pomolango, tersangka Menteri KKP Edhy Prabowo disebut menggunakan uang suap hingga Rp3,4 miliar untuk berbelanja barang-barang mewah di Honolulu, Amerika Serikat. pakai uang korupsi untuk belanja barang mewah.

Baca Juga: Diego Maradona Meninggal, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Menyampaikan Penghormatan Terakhir

"Selanjutnya pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari rekening ABT (Ahmad Bahtiar) ke rekening di salah satu bank atas nama AF (Ainul Fiqih) sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan EP (Edhy Prabowo), IRW (Iis Rosyati Dewi), SAF (Safri) dan APM (Andreu Pribadi Misata) antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh EP dan IRW di Honolulu AS," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di gedung KPK Jakarta, Kamis 26 November 2020.

Belanja tersebut dilakukan pada 21 sampai dengan 23 November 2020.

"Sejumlah sekitar Rp750 juta di antaranya berupa jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," tambah Nawawi Pomolango.

Baca Juga: KPK Beberkan Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo Bersama Istri Dalam Jumpa Pers Rabu Malam

Baca Juga: Lionel Messi, Bermain Satu Juta Tahun pun, Saya Tidak akan Bisa Mendekati Diego Maradona.

Baca Juga: Diego Maradona Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

Di samping itu pada bulan Mei 2020, Edhy Prabowo juga diduga telah menerima uang sebesar 100 ribu dolar dari Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito melalui Safri dan Amril Mukminin

Selain itu SAF dan APM pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang dengan total sebesar Rp436 juta dari AF.

KPK menetapkan 7 Orang tersangka yaitu sebagai penerima:

1. EP (Edhy Prabowo), Menteri Kelautan dan Perikanan
2. SAF (Safri) Staf Khusus Menteri KKP
3. APM; (Andreu Pribadi Misata), staf khusus Menteri juga selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence)
4. SWD; (Siswadi) pengurus PT Aero Citra Kargo
5. AF; (Ainul Faqih), staf istri Menteri KKP
6. AM (Amril Mukminin), Sespri Menteri KKP

Baca Juga: Para Ahli Pastikan Vaksin Covid-19 Yang Digunakan Aman dan Efektif

 

Selanjutnya sebagai pemberi
1. SJT (Suharjito) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa

Enam orang tersangka penerima disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga: Sekda Indramayu Rinto Waluyo Diperiksa KPK, Terkait Korupsi Proyek Banprov di Indramayu

Baca Juga: Ribuan Netizen Memanggil Bu Susi, Pasca Ditangkapnya Menteri KKP Edhy Prabowo Oleh KPK

Dalam konferensi pers tersebut juga ditunjukkan sepeda yang belum dirakit, sepatu, tas, jam tangan sebagai barang bukti pembelian barang dari hasil suap yang dilakukan Edhy Prabowo.***

Editor: Yedi Supriadi

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler