Beri Ruang Bebas DAS Citarum Harum dan Anak Sungai, Subsektor 18 Pangalengan Lakukan Karyabakti

- 2 Desember 2022, 10:05 WIB
Subsektor 18 Pangalengan mengajak warga untuk bersama sama menjaga DAS Citarum Harum. Di sisi lain warga terlibat giat karyabakti pembersihan aliran sungai
Subsektor 18 Pangalengan mengajak warga untuk bersama sama menjaga DAS Citarum Harum. Di sisi lain warga terlibat giat karyabakti pembersihan aliran sungai /Budi S Ombik/DeskJabar.com/

DESKJABAR - Keberadaan DAS Citarum dan bantaran serta anak sungainya harus senantiasa terpelihara.

Apapun bentuk yang merusak habitat DAS Citarum Harum serta bantaran dan anak sungainya, segera disingkirkan.

DAS Citarum Harum dan bantaran serta anak sungainya memang kerap dihadapkan pada limbah pabrik, sampah serta rerumputan.

Di bawah pengawasan Sektor 21, Subsektor 18 wilayah Pangalengan Kabupaten Bandung lakukan kolaborasi karyabakti.

Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 48, Klik Gabung Gelombang, Simak Panduan Cara Daftarnya Berikut Ini!

Kolaborasi karyabakti yang dimaksud adalah melakukan pembersihan rumput serta sampah di sekitar bantaran sungai Cisangkuy.

"Karena sungai Cisangkuy adalah anak sungai yang mengalir ke DAS induk Citarum Harum," kata Dansubsektor 18 wilayah Pangalengan, Pelda Ajang Kamis, 1 Desember 2022 di Pangalengan.

Giat yang dilakukannya itu, tambahnya, melibatkan Satgas Citarum Harum dan unsur Muspika setempat, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

Sebelum dilakukan giat dilakukan pemberian pemahaman dan pengertian pentingnya pemeliharaan DAS Citarum Harum.

"Yang dijadikan sasaran saat ini adalah anak sungai Citarum yaitu sungai Cisangkuy," ucap Ajang.

Lokasi yang ditetapkan adalah wilayah Kampung Rancamanyar RT.02/RW.08 Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Ketersediaan Beras Melimpah, KTNA, Perhiptani, dan FKP4S Tolak Impor Beras, Pertanian

Tujuan giat tersebut, lanjutnya, guna memberi ruang bebas dan memperlancar saluran air sungai ketika musim hujan saat ini tiba.

"Kita sosialisasikan dengan mengajak supaya ikut serta berperan aktif mengembalikan ekosistem dan kelestarian sungai dengan menghijaukannya kembali bantaran sungai," tambahnya.

Bahkan, lanjutnya, menjadi jaring informasi, pelopor untuk tidak membuang sampah di sungai.

Giat kolaborasi itu, kata Ajang, dilanjutkan dengan Komsos yang melibatkan Muspika Kecamatan Pangalengan, tokoh masyarat, tokoh pemuda serta masyarakat.

"Di situ diberi pemahaman dan mengajak untuk bersama sama menjaga sungai dengan tidak membuang sampah atau limbah ke aliran sungai," tuturnya.***

Editor: Zair Mahesa


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah