Pantura Karawang Dijadikan Pusat Pengembangan Benih Ikan Nila Salin

- 14 Mei 2024, 06:45 WIB
Pusat modeling budidaya ikan nila salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) KKP di Karawang, untuk perbenihan.
Pusat modeling budidaya ikan nila salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) KKP di Karawang, untuk perbenihan. /Instagram @bluppbkarawang

DESKJABAR – Usaha perikanan di pantura Kabupaten Karawang, Jawa Barat dijadikan pusat pengembangan benih bisnis ikan nila salin. Komoditas ikan nila salin diprediksi bakal membesar peminat pasarnya, sehingga harus ditunjang dengan pengadaan benih yang mencukupi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan  mengembangkan jejaring perbenihan nasional ikan nila sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi komoditas ini pada tahun 2024. Ada pun ikan nila salin, merupakan jenis ikan nila yang hidup atau dibudidayakan pada tambak ikan atau air laut.

Komoditas ikan nila terdiri dua jenis, ada yang hidup pada air tawar namun juga ada yang hidup pada tambak air laut. Kedua jenis ikan nila ini memiliki masing-masing konsumen penggemar, dan diketahui memiliki pangsa pasar yang bagus karena kelezatannya bagi para penggemar konsumsi ikan.

Baca Juga: Budidaya Ikan Nila Salin di Karawang, Jadi Percontohkan untuk Pantura Jawa

Percontohan di BLUPPB

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah meresmikan pusat modeling budidaya ikan nila salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) KKP di Karawang. Pada lahan seluas 80 hektare itu, dapat ditiru modeling budidaya ikan nila salin.

KKP berupaya memberdayakan kembali berbagai usaha tambak yang mangkrak di pantura Jawa. Melalui usaha budidaya ikan nila salin, diharapkan berbagai tambak yang mangkrak di pantura Jawa dapat kembali berdaya guna menghasilkan keuntungan bagi para petambak.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, di Jakarta, Selasa, 7 Mei 2024, mengatakan, pembangunan jejaring bisnis dan distribusi serta benih berkualitas, merupakan salah satu upaya memperbesar bisnis ikan nila salin. Selain memperhitungkan keuntungan finansial, juga mengedepankan ekologi berbasis lahan.

Direktur Perbenihan KKP, Nono Hartanto, mengatakan, salah satu tantangan dalam pengembangan budidaya ikan nila salin, adalah ketersediaan induk dan benih yang harus diperbanyak. Juga harus tersedia unit pembenihan ikan nila salin, dan tersertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).

“KKP sudah melakukan pengembangan budidaya ikan nila salin. Pertama, menggencarkan pemuliaan ikan nila salin, kemudian, mendorong unit pemulia untuk melakukan pelepasan ikan nila varietas baru, ketiga, menguatkan jejaring perbenihan ikan nila salin, serta meningkatkan sertifikasi CPIB,” kata Nono. ***

Editor: Kodar Solihat

Sumber: KKP


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah