5 Kabupaten Penghasil Cabe Keriting di Jawa Barat, Terbesar Ternyata Bukan Pertanian di Garut

16 Januari 2024, 06:15 WIB
Ada lima kabupaten penghasil terbesar pertanian cabe keriting di Jawa Barat. /Instagram @ditjenhorti

DESKJABAR – Komoditas cabe merupakan salah satu kebutuhan vital konsumsi masyarakat. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu penghasil terbesar cabe di Indonesia, dengan dihasilkan pada sejumlah kabupaten.

Adalah jenis cabe keriting, yang merupakan salah satu jenis cabe-cabean paling banyak dibutuhkan masyarakat. Ada lima kabupaten di Jawa Barat yang merupakan penghasil terbesar cabe keriting, salah satunya adalah Garut.

Selama ini, masyarakat pertanian menyangka, produksi cabe keriting di Jawa Barat adalah Kabupaten Garut. Sebab, usaha pertanian cabe, terutama cabe keriting, terlihat paling banyak di Kecamatan Cigedug dan Kecamatan Cikajang.

 Baca Juga: Usaha Pertanian Cabe di Jawa Barat, Inilah Jenis Cengek dengan Harga Stabil Bagus

Data produksi per tahun

Tetapi sebenarnya, penghasil terbesar cabe keriting di Jawa Barat bukan usaha pertanian di Garut, tetapi pada kabupaten lainnya. Secara umum, produksi cabe keriting pada sejumlah kabupaten di Jawa Barat, rata-rata 100.000-an kwintal sampai di atas 500.000 kwintal per tahun.

Ada kesamaan, dimana pengusahaan alias budidaya tanaman cabe keriting kebanyakan dilakukan pada ladang pertanian. Secara karakter, cabe keriting termasuk komoditas yang awet dibandingkan jenis cabe lainnya, misalnya cabe tanjung dan cabe TW.

Inilah data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, berdasarkan produksi tahun 2022-2023 :

  1. Kabupaten Bandung, berada pada urutan terasa pengasil cabe keriting di Jawa Barat, dengan menghasilkan panen 544,344 kwintal cabe keriting. Sentra produksi cabe keriting di Kabupaten Bandung, pada sejumlah kecamatan, misalnya Kertasari, Pangalengan, Ibun, kawasan Ciwidey, Ujungberung, dan Cimenyan.
  2. Garut, menghasilkan 531.982 kwintal cabe keriting. Sentra produksi ada di Kecamatan Cigedug dan Kecamatan Cikajang, serta beberapa kecamatan lain.
  3. Cianjur, menghasilkan 217.392 kwintal cabe keriting. Pada kabupaten Cianjur, terutama masyarakat Cipanas, dikenal suka memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk usaha pertanian.
  4. Kabupaten Sukabumi, menghasilkan 217.318 kwintal cabe keriting. Sentra pertanian sayuran di Kabupaten Sukabumi adalah di kawasan utara jalan raya.
  5. Kabupaten Bandung Barat, menghasilkan 128.848 kwintal cabe keriting. Sentra produksi sayuran di Kabupaten Bandung Barat adalah Kecamatan Parongpong, Kecamatan Lembang, dan sebagian Gununghalu, dan Ngamprah.

 Baca Juga: Belajar Pertanian Budidaya Cabe, Ini Cara Benar Pemasangan Mulsa Plastik

Daftar kota peminat

Ketua Asosiasi Agribis Cabe Indonesia (AACI) Jawa Barat, Asep Halim mengatakan, produksi atau hasil panen cabe keriting asal Jawa Barat, bukan hanya dibutuhkan masyarakat kota besar di daerah sendiri, misalnya ke Bandung, Cimahi, Cirebon, dll.

Tetapi, katanya, produksi cabe keriting asal Jawa Barat sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya, yaitu Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang. “Apalagi, cabe keriting merupakan komoditas relatif lebih awet, sehingga tahan lama pada perjalanan jauh,” ujar Asep Halim.

Cabe keriting diketahui merupakan bumbu pedas yang banyak diminati untuk aneka macam masakan, misalnya sambal, masakan sayuran, rendang, tumis hati, dll. ***

 

Editor: Kodar Solihat

Tags

Terkini

Terpopuler