Ridwan Kamil Sebut Menara Kujang ‘Kompensasi’ bagi Warga Jatigede Rencana Lama Sebelum Pandemi

- 25 Mei 2021, 11:33 WIB
Masjid dan Menara Kujang Bakal Dibangun di Waduk Jatigede.
Masjid dan Menara Kujang Bakal Dibangun di Waduk Jatigede. /Dokumentasi/ @humasjabar/



DESKJABAR- Masjid dan menara kujang di Jatigede dimaksudkan sebagai kadeudeuh bagi warga yang rumahnya masuk genangan waduk dan harus pindah ke tempat lain.

“Pariwisata Jatigede adalah ‘kompensasi’ untuk warga Sumedang yang harus pindah akibat pembangunan infrastruktur (baca: waduk) Jatigede,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menurutnya, pembangunan pariwisata akan menghidupkan perekonomian daerah di mana saat ini warga setempat relatif tidak menikmati kehadiran waduk tersebut kecuali pemandangan indahnya saja. “Nanti akan hadir ribuan lowongan kerja di KEK pariwisata, jika disetujui (pemerintah pusat),” sebut Gubernur.

Baca Juga: Roy Suryo Sudah Laporkan Lucky Alamsyah ke Polda Namun Buka Mediasi dengan Syarat, Ini Katanya...

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengungkap bahwa ide pembangunan masjid dan menara kujang merupakan rencana lama yang muncul sebelum pandemi COVID-19. Dalam sebuah diskusi antara Gubernur Ridwan Kamil dan Bupati Dony Ahmad Munir kala itu, sama sekali tidak ada bayangan bahwa pandemi akan muncul Maret 2020.

“Sebelumnya tidak ada bayangan (pandemi). Tapi the show must go on,” ujarnya ketika dihubungi via telepon.

Menurutnya, proyek nasional Waduk Jatigede prosesnya berjalan selama puluhan tahun mulai dari rencana 1963, ganti rugi lahan yang memakan energi besar masyarakat, hingga dampak sosial seperti kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Kini setelah waduk itu jadi, warga 52 desa di lima kecamatan yang menjadi lokasi waduk tidak mendapatkan manfaat apa- apa. “Masyarakat sekitar Jatigede layak mendapatkan ini sebagai ganti atas pengorbanan mereka,” katanya.

Waduk Jatigede sungguh ironis karena benefitnya seperti pengairan, pengendali banjir, dan listrik justru dinikmati warga di luar Sumedang seperti Majalengka, Indramayu, Cirebon. Sementara saat ini warga sekitar Jatigede masih terkategori daerah tertinggal.

“Sumedang sendiri tidak dapat apa- apa. Air baku tidak ada, keramba jaring terapung tidak boleh. Jatigede itu kantong kemiskinan, tugas kami menyejahterakan rakyat. Kami perlu terobosan dan diferensiasi, satu- satunya solusi menanggulangi kemiskinan (di Jatigede) itu pariwisata,” katanya.

Halaman:

Editor: Yedi Supriadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah