BEM UI dan Gebrak UNJUK RASA di Istana Negara Kritisi 2 Tahun Jokowi-Maruf Amin: Arus Lalu Lintas Dialihkan

- 28 Oktober 2021, 10:30 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo beri keterangan
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo beri keterangan /PMJ News/Yeni

DESKJABAR - Hari ini, Kamis 28 Oktober 2021,  Polda Metro Jaya menyiapkan langkah pengalihan arus lalu lintas hingga penutupan jalur jalan di sekitar kawasan Istana Negara, Jakarta.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa massa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dalam rangka mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.

"Pengalihan arus lalu lintas masih sebatas situasional, melihat perkembangan di lapangan kemungkinan akan ada penutupan nanti di Patung Kuda. Kemudian juga di putaran Harmoni dan Kedubes AS, tapi sambil melihat situasi," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, dikutip dari PMJ News, Kamis 28 Oktober 2021 pagi.

Baca Juga: Jadwal French Open 2021, Lee Zii Jia Kalah 4 Kali Beruntun, Ada Apa?

Baca Juga: KODE REDEEM FF 1 Menit yang Lalu 28 Oktober 2021, Kode Redeem Free Fire, REWARD FF: M1887 SG2 Ungu, Diamond

Baca Juga: UPDATE KASUS SUBANG TERBARU: MENGEJUTKAN Pelaku akan Diumumkan dalam Hitungan Hari, INI PENJELASAN POLISI

Untuk mengantisipasi kemungkinan lebih lanjut, Sambodo menyebut, pihaknya juga akan melakukan pengalihan arus bus Transjakarta di sekitar kawasan Istana Negara jika nantinya massa semakin membludak.

"Bus Transjakarta tetap akan dialihkan," terangnya.

Menurut informasi yang didapat, dalam aksi unjuk rasa ini, para demonstran akan menyampaikan pendapat dan tuntutannya terkait dengan kesejahteraan dan persoalan masyarakat yang belum berhasil dilakukan Jokowi-Ma'ruf selama dua tahun kepemimpinannya.

Adapun salah satu tuntutannya yakni dengan menerbitkan Perppu untuk mencabut revisi UU Minerba dan UU Cipta Kerja berserta aturan turunannya, menghentikan proyek strategis nasional yang merusak lingkungan hidup dan merampas hak warga serta memasifkan penggunaan energi bersih terbarukan dengan mengurangi penggunaan energi kotor batubara.***

Editor: Zair Mahesa

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah