AWAS! Ada Penipuan Manfaatkan Momen Ramadhan 2024, OJK Imbau Masyarakat Waspada

- 14 Maret 2024, 05:20 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Frederica Widyasari Dewi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Frederica Widyasari Dewi. /ANTARA/Uyu Septiyati/

DESKJABAR - Bersamaan dengan tibanya bulan Ramadhan 2024, kini mulai muncul modus penipuan terkait jasa keuangan yang manfaatkan momentum Ramadhan. Sebab itu, masyarakat diminta supaya waspada.

Hal itu dikatakan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi di Jakarta, Rabu 13 Maret 2024.

“Terus waspada, karena selama bulan Ramadhan juga banyak sekali berbagai modus penipuan yang bisa merugikan kita semua, bahkan saya sendiri pun baru dua hari puasa ini sudah menghadapi berbagai skema penipuan melalui telepon maupun WhatsApp,” ujar Frederica Widyasari Dewi.

Frederica Widyasari meminta masyarakat untuk saling mengingatkan dengan orang-orang terdekat mengenai bahaya berbagai modus penipuan tersebut.

Baca Juga: Mone Coin, Inovasi Digital dalam Ekosistem Keuangan Global dari Orange X Crypto Exchange

Menurut dia, momentum bulan suci Ramadhan sebaiknya digunakan oleh masyarakat untuk lebih mengenal dan tertarik menggunakan produk keuangan syariah melalui program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) 2024 dengan tema “Berburu Berkah Ramadan Melalui Keuangan Syariah”.

“Keterampilan pengelolaan keuangan selama bulan Ramadhan dan juga saat lebaran ini menjadi hal penting yang perlu disampaikan kepada masyarakat untuk mencapai kesejahteraan,” ucap Frederica.

Ia menyatakan bahwa pelaksanaan program Gerak Syariah 2024 tersebut juga bersamaan dengan peringatan Hari Konsumen Internasional yang jatuh setiap 15 Maret.

Baca Juga: Setelah Presiden Jokowi, Kini Gibran Disebut Pengamat Potensial Jadi Ketua Umum Partai Golkar

Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman konsumen jasa keuangan di Indonesia agar memiliki kecakapan keuangan dan kesejahteraan finansial (financial well-being) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Halaman:

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah