Ini Harapan Jimly Asshiddiqie Apapun Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024

- 11 April 2024, 09:45 WIB
Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie usai bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 10 April 2024.
Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie usai bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 10 April 2024. /ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/

DESKJABAR - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie dalam keterangannya kepada wartawan berharap, semua pihak nantinya bisa menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sengketa Pemilu 2024 yang kini tengah berlangsung.

Jimly menyamnpaikan hal tersebut usai menghadiri halalbihalal Idulfitri 1445 Hijriah dengan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 10 April 2024.

“Jadi kita pascapemilu, walaupun belum berakhir ya, nanti finalnya nanti kita tunggu putusan MK. Saya berharap semua pihak memberi kepercayaan apapun nanti yang diputuskan kita terima. Ya karena memang harus begitu, ya kan?” ujar Jimly.

Jimly Asshiddiqie mengatakan, pengajuan gugatan pemilu melalui Mahkamah Konstitusi (MK) adalah merupakan mekanisme yang sudah dibangun sejak reformasi beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Ada Upaya Manfaatkan Lebaran untuk Pertemukan Prabowo dengan Megawati, Dasco: Komunikasi Dibangun Kedua Pihak

Baca Juga: 8 Tempat Wisata Murah di Asia Menurut Agoda, Layak Dikunjungi Libur Lebaran 2024

“Ada pemilihan umum, ada perselisihan tentang hasil pemilihan umum diputus oleh MK. Jadi kalau nanti sudah dipilih, sudah ditetapkan difinalkan oleh KPU, maka kita harapkan agenda pelantikan (legislatif dan presiden) lancar," ujarnya.

Sebagaimana diketahui agenda pelantikan anggota legislatif akan dilakukan tanggal 1 Oktober 2024. Sedangkan agenda pelantikan Presiden dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2024.

Lebih jauh pada kesempatan itu Jimly juga menyampaikan harapan agar momentum Idulfitri 1445 Hijriah dapat menjadi momentum rekonsiliasi bangsa.

“Semua kita mulai dengan Idulfitri ini, menurunkan ketegangan, mengurangi kemarahan di ruang publik, mengendalikan emosi, kebencian, ya momentumnya sekarang ini Idulfitri,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah