Awas DBD Makin Mewabah, Kemenkes Sebut 343 Meninggal Jumlah Kasus 43 Ribu Lebih

- 1 April 2024, 05:30 WIB
Arsip foto - Petugas melakukan pengasapan (fogging) di permukiman warga di kawasan Puri Mutiara Raya, Cilandak Barat, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Arsip foto - Petugas melakukan pengasapan (fogging) di permukiman warga di kawasan Puri Mutiara Raya, Cilandak Barat, Jakarta, beberapa waktu yang lalu. /ANTARA FOTO/Reno Esnir/

DESKJABAR - Masyarakat harus waspada, laju kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Indonesia sejak Januari hingga Maret 2024 terdetekai meningkat hampir tiga kali lipat dari jumlah kasus pada periode yang sama di tahun 2023.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi di Jakarta, Minggu 31 Maret 2024 mengatakan, update minggu ke-12 tahun 2024 jumlah kasus mencapai 43.271 dan kematian 343 jiwa.

"Pada bulan Maret ini, terdapat penambahan jumlah kasus berkisar 4.809 lebih kasus dari laporan yang muncul sepekan sebelumnya. Sementara itu laporan laju kasus pada Maret 2023 mencapai 17.434 kasus dengan jumlah kematian 144 jiwa", ungkapnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menyebut tren peningkatan kasus Dengue saat ini perlu disikapi dengan upaya mitigasi dari berbagai pihak terkait.

Baca Juga: Indonesia Raih 2 Gelar Juara di Spain Masters 2024, Duet Rinov Pitha Berpeluang ke Olimpiade Paris 2024

"Sebenarnya kenaikan kasus Dengue telah terjadi sejak November 2023 di beberapa wilayah. Tapi sepertinya kita tidak serius mengendalikannya, sehingga wilayahnya bertambah luas dan kasus terus meningkat," katanya.

Menurut Masdalina, tren kasus Dengue memang akan selesai dengan sendirinya ketika siklus reproduksi nyamuk Aedes aegypti kembali normal. Namun begitu, katanya, bukan berarti situasi yang kini terjadi dibiarkan sehingga memicu jumlah korban yang tidak sedikit.

"Indikator utama pengendalian wabah itu adalah kasus tidak meningkat dan tidak meluas. Jika kasus dan kematian terus bertambah, itu artinya kita gagal melakukan pengendalia," ujarnya.

Masdalina juga meminta pemerintah daerah (pemda) menaruh fokus pada kejadian Dengue pada masing-masing wilayah, meski di tengah kesibukan mempersiapkan Pilkada.

"Jangan sampai masyarakat yang menanggung akibatnya, karena kesalahan kolektif dari kemampuan mendeteksi dini sampai dengan respons terhadap kejadian ini," katanya.

Halaman:

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah