UMKM dan Pariwisata Akan Jadi Kekuatan Baru Indonesia di Masa Depan

- 24 Maret 2021, 16:54 WIB
Tangkapan layar - Deputi Gubernur BI Sugeng pada penutupan ISEF VII-2020 secara virtual di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Tangkapan layar - Deputi Gubernur BI Sugeng pada penutupan ISEF VII-2020 secara virtual di Jakarta, beberapa waktu lalu. /ANTARA/Dewa Wiguna/

DESKJABAR - Di masa depan. usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pariwisata dinilai memiliki potensi besar untuk jadi kekuatan baru Indonesia guna mewujudkan visi Indonesia Maju.

Antara pemerintah dan BI (Bank Indonesia) punya pandangan yang sama bahwa sektor UMKM dan pariwisata punya potensi yang sangat besar untuk menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia ke depan.

Guna memperkuat kinerja dua sektor tersebut, pemerintah dengan BI bersinergi mengimplementasikan Gerakan Nasional Gotong Royong 2021 yang terdiri atas dua tema, yakni Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Nasional Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja.

Baca Juga: Karyawan Perhutani Resah, 6.000 Orang Terancam Dirumahkan Jika PP No 23 Tahun 2021 Diberlakukan

Baca Juga: MANTAP! Inilah Penjelasan Presiden Jokowi, Mengapa Dirinya Fokus Bangun Infrastruktur

"BI aktif berperan sebagai movement manager pada dua gerakan tersebut dengan mengusung tema mendorong UMKM dan sektor pariwisata sebagai kekuatan utama menuju Indonesia maju melalui sinergi kreatif," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng dalam Talkshow Desa Wisata: Ikon Andalan Baru Wonderful Indonesia, Rabu, 24 Maret 2021.

Sugeng menjelaskan BI dan kementerian/lembaga terkait telah merumuskan strategi pengembangan pariwisata yaitu 3A2P. Strategi 3A2P meliputi Akses, Atraksi, Amenitas, Promosi dan Pelaku Pariwisata.

Ia menjelaskan dalam hal akses, perlu ada pembangunan dan perluasan akses destinasi menuju pariwisata, termasuk desa wisata.

"Di bidang atraksi dan amenitas, kita harus berikan keragaman atraksi yang unik dan miliki ciri khas sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan serta terus melakukan peningkatan kualitas dan kebersihan amenitas," katanya.

Baca Juga: HUMOR SUEB: Pelajaran Bernyanyi

Dari sisi promosi, Sugeng mengatakan perlu ada penguatan promosi melalui berbagai kegiatan termasuk adopsi digitalisasi. Aspek terakhir, yaitu peningkatan kapasitas pelaku pariwisata untuk penerapan standar layanan, keramahan, kepedulian terhadap kebersihan hingga kesopanan terhadap wisatawan.

"Karena kita masih dalam situasi pandemi Covid-19, sebelum mengembangkan seluruh aspek dalam strategi 3A2P, penting untuk menyelesaikan sertifikasi CHSE. Penyelesaian sertifikasi CHSE akan dapat memberi keyakinan ke wisatawan kalau kunjungan mereka akan aman dan nyaman," pungkas Sugeng.***

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah