Di Kota Bandung, Baru Dua Santunan Kematian Covid-19 yang Sudah Cair Dari 70 Usulan Dinsosnangkis

- 25 Januari 2021, 19:39 WIB
Kadinsosnangkis Kota Bandung Tono Rusdiantono
Kadinsosnangkis Kota Bandung Tono Rusdiantono /dinsosnangkis.bandung.go.id/

DESKJABAR – Sejak hampir setahun pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia yakni sejak Maret 2020, baru dua santunan kematian akibat Covid-19 yang baru cair di Kota Bandung.

Seperti diketahui, sejak pemerintah menetapkan kasus Covid-19 masuk ke Indonesia awal Maret 2020, pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan pemberian santunan sebesar Rp 15 juta kepada korban akibat Covid-19

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Kementerian Sosial RI Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020, tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19. Kebijakan ini dikeluarkan sejak Juni 2020.

Baca Juga: Polrestabes Bandung Ungkap Motif Penculikan Bocah 9 Tahun

Respon lambat ini cukup ironis, mengingat sejak awal pandemi Covid-19 Presiden Joko Widodo menginstruksikan langkah-langkah cepat untuk menangani dampak Covid-19.

Di Kota Bandung misalnya, dari 70 usulan santunan yang di sampaikan Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, baru dua usulan yang sudah cair pada awal Januari 2021.

Mengutip PRFM News dengan artikel judul “Hampir Setahun, Dana Santunan Kematian Pasien Covid-19 Kota Bandung Baru Cair Dua Usulan”, dari 70 usulan itu, sisanya meski sudah terverifikasi, namun hingga kini belum ada tambahan yang disetujui.

Baca Juga: Ini Lawan Berikutnya yang Ingin Dihadapi Conor McGregor, Selain Mengabaikan Tantangan Youtuber Top

Kepala Dinsosnangkis kota Bandung, Tono Rusdiantono menuturkan, sejumlah persyaratan harus di penuhi para ahli waris pasien Covid-19, seperti surat keterangan kematian.

Setelah semua persyaratan dipenuhi dan disetujui, dana santunan akan di berikan langsung Kementerian Sosial kepada ahli waris.

“Persyaratan harus sesuai dengan prosedur, salah satunya surat kematian, keterangan dari puskesmas, keterangan penguburan, terus keterangan dimakamkan dimana, jadi persyaratannya serba real,” tutur Tono Rusdiantono.

Baca Juga: China Hindari Persaingan Soal Vaksin dengan India, Ternyata Ini Alasannya

“Pemkot Bandung telah menerima usulan kurang lebih 70. Jadi yang 70 itu sudah terverifikasi dan sudah direkomendasi,” jelas Tono di Balai Kota Bandung, Senin 25 Januari 2021.

Tono Rusdiantono berharap, santunan kematian tersebut bisa lebih cepat diberikan kepada ahli waris di tahun 2021 ini. Terkait masalah persyaratan, Tono mengungkapkan hal itu menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.

Usulan pengajuannya sendiri, lanjut Tono, bisa melalui kewilayahan atau langsung ke kantor Dinsosnangkis Kota Bandung.

Baca Juga: Inilah Drama Korea (Drakor) yang Akan Tayang Bulan Februari

Tono pun menyarankan, pengurusannya di lakukan langsung ahli warisnya agar mempermudah proses rekomendasi dan verifikasi.

“Sebenarnya, persyaratan yang mengatur daerah masing-masing, yang penting persyaratannya itu riil, meninggalnya dimana dan meninggalnya karena Covid-19. Terus ada ahli warisnya, ada keterangan penguburan, kalau bisa lengkap,” pungkas Tono.

Adapun persyaratan yang dibutuhkan adalah

Baca Juga: Gemar Berbelanja? Berikut 5 Tips Hemat Belanja Online

1.Fotokopi Kartu Keluarga (KK) korban dan ahli waris

  1. Fotokopi KTP korban dan ahli waris
  2. Fotokopi Surat Keterangan meninggal dunia dari Rumah Sakit atau Puskesmas (legalisir) atau kutipan Akte Kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (legalisir)
  3. Surat Keterangan bahwa korban meninggal terinfeksi Covid-19 dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat
  4. Fotokopi Surat Keterangan ahli waris sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku (legalisir)
  5. Surat Pernyataan yang menunjuk ahli waris yang menerima santunan kematian, ditandatangani oleh seluruh ahli waris di atas materai dan dilampiri fotokopi KTP seluruh ahli waris
  6. Fotokopi rekening buku tabungan yang masih aktif atas nama ahli waris (nama buku rekening sesuai dengan Surat Keterangan ahli waris)*** Tommy Riyadi/PRFM News

Editor: Dendi Sundayana

Sumber: PRFM News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah