WASPADA! Demam Berdarah Meningkat, dari Total 35 Ribu Kasus Jabar Terbanyak 10 Ribu Kasus

- 22 Maret 2024, 05:45 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi saat memaparkan presentasi mengenai situasi demam berdarah dengue atau DBD di Indonesia dalam talkshow di Jakarta, Kamis 21 Maret 2024. Jabar tertinggi 10 Ribu kasus.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi saat memaparkan presentasi mengenai situasi demam berdarah dengue atau DBD di Indonesia dalam talkshow di Jakarta, Kamis 21 Maret 2024. Jabar tertinggi 10 Ribu kasus. /ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti/

DESKJABAR - Cuaca panas dan terik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini berbahaya karena berpotensi menyebabkan jumlah kasus demam berdarah dengue atau DBD, meningkat dalam masyarakat. Demikian dikatakan Kementerian Kesehatan, dalam talkshow di Jakarta Kamis 21 Maret 2024.

Kemenkes melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Imran Pambudi menuturkan, cuaca panas yang tiba-tiba datang menyebabkan air dalam tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti itu semakin kotor dan tidak terbilas dengan air yang baru.

“Kalau saya bilang akhir-akhir ini hujan deras, kemudian tiga empat hari ini panas. Ini yang menyebabkan genangan yang ada dari hujan itu berpotensi menimbulkan banyak sarang nyamuk untuk berkembang biak (breeding place),” kata Imran.

Menurut dia, dari sisi epidemiologi sebetunya lebih aman kalau hujan rutin turun karena airnya akan terganti. "Kalau sekarang hujannya berbahaya untuk terkait dengue,” jelasnya.

Baca Juga: Surya Paloh Ucapkan Selamat kepada Prabowo Gibran sebagai Pemenang Pilpres 2024

Baca Juga: Cuaca Panas di Bulan Ramadhan Bikin Hati Cepat Emosi: Ini 3 Kiat Meredamnya, Kata Pakar

Imran membeberkan dalam data kumulatif sebaran kasus dengue Kementerian Kesehatan per 18 Maret 2024, total kasus sudah mencapai angka 35.556 kasus.

Dengan enam provinsi yang menyumbang kasus terbanyak adalah Jawa Barat (Jabar) 10.428 kasus, Jawa Timur 3.638 kasus, Sulawesi Tenggara 2.763 kasus, Kalimantan Tengah 2.309 kasus, Kalimantan Selatan 2.068 kasus dan Lampung 1.761 kasus. Dalam data yang sama, total kasus kematian yang diakibatkan oleh dengue sudah mencapai 290 kasus.

6 langkah strategi

Diungkapkan Imran, saat ini Kemenkes telah melakukan enam langkah strategis dalam memberantas penyakit dengue makin berkembang dalam masyarakat yaitu;

  • Pertama yang dilakukan adalah fokus pada manajemen vektor, yakni mengendalikan kasus sebelum masa penularan dengan memberdayakan masyarakat, misalnya melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan pemeriksaan jentik secara berkala.
  • Kedua, yakni menerbitkan berbagai aturan seperti PNPK terkait tata laksana infeksi dengue pada dewasa dan anak-anak serta remaja. Kemudian menggalakkan penggunaan RDT dengue sebagai alat bantu penegakan diagnosis dini.
  • Ketiga mewujudkan surveilans dengue secara data seketika (realtime), melalui pengembangan SIARVI (Sistem Informasi Arbosirosis), Membentuk Tim Gerak Cepat dalam penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan sistem kewaspadaan dini KLB.
  • Keempat melakukan diseminasi dan sistem kewaspadaan dini KLB. Partisipasi masyarakat selalu kita dorong untuk gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan revitalisasi kelompok kerja operasional (POKJANAL).

Baca Juga: Prabowo Akan Lakukan Seperti yang Dilakukan Jokowi Jika Sudah Dilantik Jadi Presiden RI

Halaman:

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah