Ini Cara Kelola Stres dan Cek Kesehatan Setelah Mudik Lebaran Kata dr Ngabila

- 16 April 2024, 05:30 WIB
Ilustrasi - Ada beberapa cara yang disarankan dokter ubtuk mengelola stres agar kesehatan dan kebugaran tubuh tetap terjaga usai merayakan Lebaran.
Ilustrasi - Ada beberapa cara yang disarankan dokter ubtuk mengelola stres agar kesehatan dan kebugaran tubuh tetap terjaga usai merayakan Lebaran. /Antara/Pexels/

 

DESKJABAR - Lebaran dan mudik pulang kampung bertemu sanak saudara adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Namun masalahnya, baik saat mudik atau balik, pasti akan bertemu dengan kemacetan. Dan situasi macet yang tidak jarang sampai berjam-jam lamanya bisa menimbulkan rasa stres.

Berbicara soal stres, praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama menyatakan cek kesehatan rutin dan mengelola stres menjadi cara yang perlu dilakukan pemudik agar kesehatan dan kebugaran tubuh tetap terjaga usai merayakan Lebaran.

“Kiat sehat kembali beraktivitas sesudah libur Lebaran bisa diterapkan melalui pola hidup yang biasa kita sebut CERDIK ya, tujuannya supaya bisa tetap bugar dan produktif,” kata Ngabila dikutip dari ANTARA, Senin 15 April 2024.

Saat melakukan cek kesehatan rutin, kata Ngabila, masyarakat harus memastikan bahwa tekanan darah berada pada kondisi normal atau kurang dari 140/90 mmHg.

Baca Juga: Hampir 1 Juta Kendaraan Balik ke Jabodetabek setelah Mudik Lebaran 2024

"Hal yang sama juga perlu dipastikan pada kondisi gula darah, kolestrol, lemak dan asam urat," ujarnya.

Menurut dia, bagi penderita diabetes melitus, kadar HbA1C harus kurang dari 6,5 persen. Apabila kadarnya telah mencapai 5,7 sampai 6,4 persen, penderita disarankan untuk kembali memeriksakan kondisi kesehatannya per enam bulan sekali karena hal tersebut menandakan adanya potensi terkena pra-diabetes.

Hindari asap rokok

Di samping itu, Ngabila Salama meminta masyarakat agar mengenyahkan asap rokok yang dapat menimbulkan sejumlah kerugian bagi kesehatan anggota keluarga lainnya.

Ia menjelaskan perokok aktif yang membuang asap sembarangan, dapat menyebabkan orang lain menghirup asap tersebut dan menjadi seorang perokok pasif. Misalnya, seperti terkena batuk, pilek hingga sesak nafas.

Halaman:

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah