Subhanallah, Kotak Amal Makam Gus Dur Hasilkan Rp2,5 Miliar per Tahun, Semuanya untuk Warga Miskin

- 20 Juni 2022, 07:12 WIB
Makam Gus Dur di komplek pemakaman Pesantren Tebuireng, Jombang, dizirahi ratusan ribu orang per bulannya
Makam Gus Dur di komplek pemakaman Pesantren Tebuireng, Jombang, dizirahi ratusan ribu orang per bulannya /Tangkapan layar YouTube Mas Be/

DESKJABAR - Dana yang dihasilkan kotak amal makam Gus Dur atau KH Abdurahman Wahid, Presiden RI ke-4, ternyata sangat melimpah. Rata-rata menghasilkan Rp2,5 miliar per tahun.

Dana kotak amal makam Gus Dur yang melimpah tersebut, semuanya murni berasal dari sumbangan para peziarah. Jumlah peziarah ke makam cucu pendiri NU, KH Hasyim Asyari ini, yang terletak di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, mencapai 100 ribu orang per bulan.

Saking banyaknya uang yang masuk ke kotak amal makam Gus Dur, diperlukan waktu lebih dari tiga hari untuk menghitung dan membereskannya. Jumlah tenaga yang dikerahkannya pun lebih dari tiga orang.

Hal ini terjadi karena uang yang masuk ke kotak amal makam Gus Dur, tak semuanya pecahan Rp100 ribu, tapi tak sedikit juga uang logam Rp500 dan Rp1000.

Baca Juga: Adik Gus Dur, Lily Khodijah Wahid Wafat, Jenazah Akan Dimakamkan di Pesantren Tebu Ireng Jombang

Serta tentu saja uang kertas pecahan Rp2000 hingga Rp5000 pun sangat banyak.

Ke mana dana melimpah dari kotak amal di makam Gus Dur itu disalurkan?

Semuanya digunakan untuk memuliakan dan memberdayakan warga miskin di sekitar Pondok Pesantren Tebuireng. Tak sepeser pun diambil pihak pesantren!

Begitulah sosok Gus Dur. Ia tak hanya bermanfaat ketika masih hidup, sudah wafat pun masih memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Baca Juga: DOA ZIARAH KUBUR SAAT LEBARAN, Kata Kata Ini yang Perlu Diucapkan Saat Berada di Makam Orang Tua

Melimpahnya dana dari kotak amal Gus Dur, Presiden RI ke-4 itu, terungkap dari tayangan channel YouTube Santri Sukses Official dengan judul "Pertahun kotak amal di makam Gus Dur mencapai 2M lebih", tayang 19 Juni 2022.

Dana kotak amal itu dikelola oleh lembaga khusus yang dibentuk pihak pesantren.

Namanya Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). Lembaga ini didirikan 2007 dan masih berada di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy'ari.

Ketua LSPT Afif Abdul Rokhim mengatakan, dana dari kotak amal semuanya digunakan untuk memuliakan dan memberdayakan masyarakat miskin, tak sepeser pun digunakan oleh pihak pesantren.

Baca Juga: WISATA ZIARAH Pamijahan Ditata dengan Konsep Religi, Terintegrasi dan Lengkap

"Semua digunakan untuk masyarakat, tak digunakan untuk pembangunan pesantren," kata Afif dalam tayangan itu.

Penggunaannya, lanjutnya, di antaranya disalurkan kepada masyarakat miskin, anak-anak yatim piatu, membantu biaya sekolah anak-anak miskin dan sebagainya.

KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009.

Presiden RI ke-4 yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 itu, dimakamkan di komplek pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng.

Makamnya berada satu kompleks dengan kakeknya, KH Hasyim Asyari dan para masyair Pondok Pesantren Tebuireng lainnya.

Makam Gus Dur tak hanya diziarahi oleh warga dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, di antaranya dari Kanada dan Amerika.***

Editor: Samuel Lantu

Sumber: YouTube Santri Sukses Official


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x