Industri Hotel di Bandung Keluhkan Penerbangan Internasional ke Husein Sastranegara Belum Juga Dibuka

- 1 November 2022, 06:00 WIB
Industri Hotel di Bandung keluhkan penerbangan internasional ke Bandara Husein Sastranegara Bandung belum juga dibuka
Industri Hotel di Bandung keluhkan penerbangan internasional ke Bandara Husein Sastranegara Bandung belum juga dibuka /Kodar Solihat/DeskJabar

DESKJABAR – Pihak hotel di Bandung menyambut baik dengan geliat wisata di Bandung dan sekitarnya yang mendorong tingkat okupansi hotel di wilayah ini memperlihatkan perbaikan.

Pasca Covid-19, saat ini tingkat okupansi hotel di Bandung dan sekitarnya telah mencapai 62 persen.

Yang menjadi kendala terbesar industri hotel di Bandung dan sekitarnya adalah belum dibukanya jalur penerbangan internasional ka Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Baca Juga: Hasil Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 47 Diumumkan, Beli Pelatihannya dan Dapatkan Nilai Manfaat !

Padahal market terbesar pariwisata Bandung dan sekitarnya dari kunjungan wisatawan asing adalah dari Malaysia dan Singapura.

Hal itu dikemukakan Ketua Riung Priangan, Arief Bonafianto kepada DeskJabar.com, di Arion Suites Hotel, Bandung, Senin 31 Oktober 2022.

Riung Priangan sendiri merupakan organisasi nonprofit hotel-hotel berbintang 2 sampai 5 yang didirikan pada 1985.

Anggotanya adalah General Manager yang secara organisasi mencakup wilayah Bandung Kota dan Kabupaten Bandung atau Bandung Raya.

Arief mengatakan bahwa saat ini industri perhotelan di Bandung dan sekitarnya sedang menuju normal sejak 3 bulan lalu.

“Hal ini bisa diperlihatkan dengan tingkat okupansi hotel mencapai 62 persen. Kondisi ini sudah memperlihatkan kembali ke taraf hampir normal,” ujar Arief.

Menurutnya, saat ini juga sudah banyak wisatawan asing yang masuk ke Kota Bandung, dan hal ini memperlihatkan pergerakan industri hotel saat ini sedang menggeliat kembali pasca pandemi Covid-19.

Meski demikian, Arief mengakui, kendala utama yang dihadapi untuk mengembalikan pariwisata Bandung adalah bandara.

Baca Juga: Bandung West Java Arts Festival 2022 Resmi Berakhir, Hidupkan Semangat Baru untuk Para Seniman

“Masih jadi problem bagi kita. Belum ada penerbangan dari luar negeri ke Bandara Husein Sastranegara,” papar Arief Bonafianto.

Padahal, menurutnya, sebelum adanya penutupan penerbangan internasional, market terbesar kunjungan wisatawan asing ke Bandung adalah dari Malaysia dan Singapura.

“Sekarang penerbangan internasional ke Bandara Husein belum juga dibuka. Sekarang posisinya harus terlebih dahulu ke Jakarta,” ujarnya.

“Dan penerbangan domestik juga masih sedikit. Kita baru saja bertemu dengan Walikota Bandung dan memohon agar penerbangan internasional kembali dibuka,” tambah Arief.

Merespon upaya pemerintah menghidupkan kembali Bandara Kertajati Majalengka, diakuinya masih banyak menemui kendala.

“Bandara Kertajati memang cukup besar, tetapi akses dari sana ke Bandung dan sebaliknya belum bisa diminimalisir dan effortnya juga masih berat,” ujarnya.

Baca Juga: Resep dan Cara Mudah Membuat Sambal Hijau Padang yang Pedas, Super Enak, Dapat Menggugah Selera Makan Lho!

Menurut Arief, orang males untuk menuju ke Bandara Kertajati dan lebih memilih ke Jakarta.

Beberapa waktu sebelumnya, Executive General Manager Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara, R. Iwan Winaya Mahdar mengakui bahwa penerbangan ke bandara di Kota Bandung tersebut turun dratis saat pandemi.

Menurutnya, penurunan jumlah penerbangan mencapai 67 persen disbanding kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Iwan menambahkan, sebelum pandemi, lalu lintas Bandara Husein Sastranegara mencapai 50 hingga 60 pesawat kedatangan dan keberangkatan.

Saat pandemi hanya 15 pesawat saja yakni 7 datang dan 8 pesawat yang berangkat. ***

Editor: Dendi Sundayana

Sumber: Wawancara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x