PG Rajawali II Cirebon Lebarkan Sayap Usaha, Bidik Dua Bisnis Industri Hilir Tebu

- 18 April 2024, 06:30 WIB
Kantor pusat PT PG Rajawali II, Cirebon
Kantor pusat PT PG Rajawali II, Cirebon /Instagram @pt_rajawali2

DESKJABAR – Perusahaan pengelola pabrik gula negara yang beroperasional di Cirebon dan Majalengka, PT PG Rajawali II berniat mengembangkan sayap usaha pada tahun 2024. Ada dua bisnis produk hilirisasi dilakukan oleh perusahaan yang berpusat di Cirebon.

Setelah sekitar 10 hari menjalani libur panjang Idul Fitri 1445 H, kini para personel PT PG Rajawali II kembali beraktivitas untuk mencapai RKAP 2024 yang telah dicanangkan.

Dengan pengembangan bisnis dilakukan PG Rajawali II, perusahaan tersebut tidak lagi hanya memproduksi gula dari tiga pabrik gula yang dioperasikannya, yaitu PG Jatitujuh Majalengka, PG Sindanglaut Cirebon, dan PG Tersana Baru Cirebon.

Baca Juga: Cegah Pabrik Gula Ditidurkan, PG Rajawali II Cirebon Kerja Lebih Intens

Kumpulan orang hebat

Dalam arahannya dihadapan para personel PG Rajawali II Kandir dan Unit Usaha (diwakili oleh general manager dan kepala bagian), Direktur Utama PT PG Rajawali II, Wahyu Sakti menyampaikan insan perusahaan ini haruslah satu visi dan satu misi, tentunya agar tujuan telah ditentukan dapat tercapai.

Selain itu, Wahyu Sakti juga mengingatkan bahwasanya PT PG Rajawali II itu merupakan kumpulan orang-orang hebat. Ada yang lulusan Unpad, IPB, ITB, UGM, Undip, dll.

“Dengan orang-orang hebat yang berada di PT PG Rajawali II, jangan sampai budaya kerja tidak berubah. Stuck di satu titik, hanya tanam, panen, produksi gula. Sudah waktunya kita melebarkan sayap usaha, ciptakan hilirisasi produk dari tanaman tebu dan derivatnya”, ujar Wahyu Sakti, Selasa, 16 April 2024.

Baca Juga: Kementan Kembangkan Perkebunan Tebu di Merauke, Papua, Bakal Ada Pabrik Gula Baru ?

Dalam kesempatan ini juga diserahkan SK Promosi kepada 12 karyawan, yaitu :

Editor: Kodar Solihat

Sumber: Instagram @pt_rajawali2


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah