Australian Open 2021, Wasit tidak Mengizinkan ke Toilet Saat Denis Shapovalov Kebelet Pipis, Ini Jadinya

- 9 Februari 2021, 15:08 WIB
Petenis Kanada Denis Shapovalov kebelet pipis namun tidak diizinkan ke toilet oleh wasit saat tampil di  Turnamen Grand Salam Australian Open.
Petenis Kanada Denis Shapovalov kebelet pipis namun tidak diizinkan ke toilet oleh wasit saat tampil di Turnamen Grand Salam Australian Open. /Gonzalo Facello/pexels.com/@gonchifacello

 

DESKJABAR - Apa jadinya jika saat bertanding diajang Grand Salam tenis Australian Open 2021, kebelet pipis namun tidak diizinkan wasit untuk ke toilet. Ini yang dialami petenis Kanada Denis Shapovalov saat menghadapi petenis muda Italia Jannik Sinner pada Selasa 9 Februari 2021 dini hari WIB.

Akibat tidak mendapatkan izin dari wasit untuk menyelesaikan hajat kecilnya Shapovalo pun menyatakan protes.

"Apa yang terjadi jika saya harus ke toilet sekarang?" tanya petenis berusia 21 tahun itu, "Apakah saya akan didenda? Saya tidak peduli!," dia mengomel kepada wasit asal Jerman Nico Helwerth, yang menolak permintaannya.

"Apa maksud Anda bahwa saya tidak bisa meninggalkan lapangan? Apakah Anda akan mendiskualifikasi saya? Saya harus buang air kecil!," ucap Shapovalov.

Baca Juga: Coppa Italia Juventus vs Inter Milan, Andrea Pirlo : Pertarungan yang Sulit Harus Menang dengan Segala Cara

Dia meninggikan omelannya ketika wasit juga berkeras tidak mau memberikan izin.
"Saya akan kencing di celana!. Saya akan kencing di dalam botol," tuturnya kesal.

Meski mendapat sedikit gangguan, petenis peringkat 11 dunia itu dipaksa menjalani lima set maraton untuk menaklukkan petenis muda Italia Jannik Sinner.  Setelah melewati pertandingan babak pertama yang penuh tekanan , Shapovlaov menang 3-6, 6-3, 6-2, 4-6, 6-4 dalam waktu kurang dari empat jam.

Pada babak selanjutnya Shapovalov akan menghadapi petenis tuan rumah Bernard Tomic. 

Baca Juga: Banjir Landa 17 Desa di Bekasi, BPBD Tetapkan Status Siaga Bencana, Warga Diminta Waspada

Shapovalov mengatakan bahwa dirinya perlu lebih sering pergi ke toilet dibandingkan petenis lainnya. "Pertama-tama, saya hanya boleh mengelap keringat dan mendinginkan kepala saya," katanya.

"Tapi menurut saya itu aturan yang bodoh. Khususnya bagi saya yang punya kantung kemih terkecil, jadi saya benar-benar harus buang air kecil di setiap set. Jadi itu sulit, terutama saat berada di lapangan begitu lama," ujarnya.

"Sebelum pertandingan saya sudah mencoba untuk menghidrasi sebanyak mungkin, tapi tetap saja harus harus kencing lagi," ucapnya.

Baca Juga: PN Bandung : Kasus Siswi SMP Disetubuhi, Lalu Foto Bugil nya Disebarkan Lewat Medsos Kembali Disidangkan

Peraturan turnamen menyatakan bahwa pemain hanya berhak untuk satu kali istirahat ke toilet selama pertandingan yang berlangsung dalam tiga set dan dua kali untuk lima set.

"Saya pikir kami harus bisa lebih banyak istirahat dan pergi ke toilet, karena kami bisa berada di lapangan selama tiga hingga empat jam," kata Shapovalov menambahkan.***


Editor: Ferry Indra Permana

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x