Apa yang Dimaksud KTT G20, Lalu Siapa Saja Anggota G20 dan Negara yang Ikut KTT G20, Begini Penjelasannya

14 November 2022, 12:22 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden tiba di Bali, apa yang dimaksud KTT G20 lalu siapa saja anggota G20 dan negara yang ikut KTT G20 /Antara/Galih Pradipta/

DESKJABAR- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 diselenggarakan puncaknya pada Selasa 15 November 2022 besok hari dan hingga Rabu 16 November 2022.

Banyak yang belum mengetahui soal apa yang dimaksud KTT G20, lalu siapa saja anggota G20 dan negara yang ikut KTT G20 dari mana saja.

Untuk itulah melalui artikel ini dijelaskan apa yang dimaksud KTT G20, siapa saja anggota G20, dan negara yang ikut KTT G20.

Baca Juga: Resep Sambal Trancam Pedas Segar, Nikmat Disantap dengan Nasi Hangat, Goreng Tempe plus Asin, Seuhah Ketagihan

G20 dilaksanakan mulai 1 Desember 2021 hingga KTT G20 dipertengahan November 2022.

Jadi Indonesia bisa dikatakan menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20 selama setahun penuh.

Apa itu KTT G20 dan mengapa Indonesia terpilih menjadi penyelenggara pertemuan penting para Menteri Keuangan dan Bank Sentral negara-negara dengan perekonomian besar di dunia ini?

Berdasarkan penjelasan yang dikutip dari dari situs Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.

Baca Juga: 10 Kecamatan di Kota Bandung dengan Angka Stunting Tertinggi, Ada Anak Stunting Korban K-Pop

Jadi sebenarnya G20 adalah representasi lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.

Dan negara yang menjadi anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Turki, dan Uni Eropa.

Pembentukan G20 pada tahun 1999 timbul akibat kekecewaan komunitas internasional terhadap kegagalan G7 dalam mencari solusi terhadap permasalahan perekonomian global yang dihadapi saat itu.

Pandangan yang mengemuka saat itu adalah pentingnya bagi negara-negara berpendapatan menengah serta yang memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik untuk diikutsertakan dalam perundingan demi mencari solusi permasalahan ekonomi global.

Forum tersebut selanjutnya merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis utama yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin.

Baca Juga: Wajib Masuk List! Ini Dia 7 Wisata Terbaik yang Ada di Tasikmalaya, Cocok Banget Buat Healing dan Liburan

Asal muasal G20 merupakan pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, namun KTT G20 juga dihadiri oleh Kepala Negara sejak 2008 dan pada 2010 dibentuk pembahasan mengenai sektor pembangunan.

Berikut ini peran nyata G20

a. Penanganan krisis keuangan globarl 2008. G20 dianggap telah membantu dunia kembali ke jalur pertumbuhan dan mendorong reformasi di bidang finansial.

b. Kebijakan pajak. G20 telah memacu OECD untuk mendorong pertukaran informasi terkait pajak untuk mengakhiri penghindaran pajak.

c. Kontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19 yang mencakup penangguhan pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, injeksi penanganan Covid-19, penurunan/penghapusan bea dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, disinfektan, alat medis dan obat-obatan.

d. Isu lainnya termasuk perdagangan, iklim, dan pembangunan.

Presidensi G20 Indonesia 2022 saat ini mengambil tema "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga Sukabumi di Alam Terbuka, Instagramable, Udara Sejuk, Nongkrong

Kemudian manfaat Indonesia mengikuti forum G20? yakni Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari informasi dan pengetahuan lebih awal tentang perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang dihadapi, serta kebijakan ekonomi yang diterapkan negara lain terutama negara maju.

Sehingga Indonesia mampu menyiapkan kebijakan ekonomi yang tepat dan terbaik.

Selain itu, Indonesia juga dapat memperjuangkan kepentingan nasionalnya dengan dukungan internasional lewat forum ini.

Nama dan prestasi Indonesia juga semakin dikenal dan diakui oleh berbagai organisasi dan forum internasional.***

Editor: Yedi Supriadi

Sumber: Kemenkeu

Tags

Terkini

Terpopuler