Dibutuhkan 1,28 Juta Formasi untuk CASN 2024, Kapan Pendaftarannya? Ini Penjelasan Menteri PANRB

- 18 Mei 2024, 05:30 WIB
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat 17 Mei 2024. Ia mengatakan ada sekitar 1,28 juta formasi untuk rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024.
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat 17 Mei 2024. Ia mengatakan ada sekitar 1,28 juta formasi untuk rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024. /ANTARA/HO-Humas Kementerian PANRB/

DESKJABAR - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB) telah menetapkan sekitar 1,28 juta formasi untuk rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024.

Pendaftarannya akan dimulai setelah proses verifikasi dan validasi (verval) rincian formasi yang diajukan instansi pemerintah selesai dilakukan. Demikian dikatakan Menteri PANRB Abdulah Azwar Anas dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 17 Mei 2024.

Dia menjelaskan, saat ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah melakukan proses verfal untuk 1.788.851 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Verval tersebut dilakukan dengan enam kriteria berdasarkan kelompok kerja (Pokja), yakni honorarium, surat keputusan pengangkatan dan masa kerja, usia, jabatan, tingkat pendidikan, serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Baca Juga: Pendaftaran CASN Sekolah Kedinasan Mulai Dibuka, Ini Jadwal Lengkap Seleksi

“Kementerian PANRB bersama BKN saat ini sedang merumuskan formulasi yang tepat untuk mengakomodasi pengangkatan tenaga ASN PPPK ini. Tentunya formulasi tersebut berdasarkan verval 6 kriteria dari BKN termasuk nanti PPPK penuh waktu maupun paruh waktu,” kata Anas.

Untuk diketahui, penyusunan rincian kebutuhan ASN tahun 2024 telah dilakukan pada tanggal 15-29 Maret 2024 dan diperpanjang hingga 30 April 2024.

Neski begitu, masih terdapat instansi yang belum selesai melakukan perincian usulan, khususnya instansi yang mendapatkan alokasi formasi cukup besar.

Sementara itu, Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto mengatakan pihaknya telah melibatkan BPKP dalam verval tenaga non ASN tersebut.

BPKP sebagai tim quality assurance dan penanggung jawab Pokja Kriteria 1, serta Tim BKN sebagai penanggung jawab Pokja Kriteria 2-6.

Halaman:

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah