Indonesia Waspada Virus Marburg Penebar Maut, Kemenkes Berikan Gambaran

- 29 Maret 2023, 14:25 WIB
Indonesia kini diwaspadai munculnya virus Marburg, yang kabarnya menyebabkan kematian
Indonesia kini diwaspadai munculnya virus Marburg, yang kabarnya menyebabkan kematian /Syaibatulhamdi/Pixabay.com

.

DESKJABAR – Indonesia kini diwaspadai munculnya virus Marburg, yang kabarnya menyebabkan kematian alias penebar maut. Pihak Kemenkes memberikan gambaran soal virus Marburg berikut upaya menghindari.

Kejengkelan masyarakat terhadap munculnya virus mematikan, baru saja usai pandemic Covid-19, kini diberikan kewaspadaan isu virus Marburg. Munculnya virus mematikan memberikan dampak penderitaan bagi kehidupan manusia, bukan hanya nyawa juga perekonomian.

 

Apakah virus Marburg sudah sampai Indonesia ? Semoga saja tidak. Tetapi Kemenkes (Kementerian Kesehatan) memberikan gambaran seputar virus Marburg.

Baca Juga: 5 Makanan yang Dapat Melawan Virus serta Meningkatkan Sistem Imun Dalam Tubuh

Gambaran viris Marburg

Pihak Kemenkes memberikan gambaran, bahwa virus Marburg merupakan salah satu jenis yang mematikan dengan fatalitas tinggi. Tetapi ada pula cara penanganan orang terkena viris Marburg.

Seperti apakah gambaran virus Marburg ? berikut cara penanganan, pihak Kemenkes memberi gambaran melalui Instagram @kemenkes_ri, dilansir Rabu, 29 Maret 2023.

Disebutkan, virus Marburg merupakan salah satu virus paling mematikan dengan fatalitas mencapai 88 persen.

Ada pun gejala umum orang terkena virus Marburg

Mirip dengan terkena penyakit lain, yaitu malaria, tifus, dan demam berdarah, sehingga sulit diidentifikasi. Gejala umum adalah demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah, diare, dan pendarahan.

Saat ini belum tersedia vaksin tersedia di dunia untuk perlindungan terhadap virus Marburg. Begitu pula obat khusus, sehingga pengobatan bersifat simtomatik/suportif, yaitu mengobati komplikasi dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit.

“Walau pun sampai kini belum ada laporan kasus virus Marburg di Indonesia, tetapi dilakukan peningkatan pengawasan terhadap arus orang dan barang yang datang dari negara terjangkit,” tulis pihak Kemenkes.

Baca Juga: Virus Langya Menyebar dari Tikus, China Meningkatkan Kewaspadaan, setelah 35 Orang Terinfeksi!

Kemenkes juga menyiapkan laboratorium rujukan nasional, di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Percetakan Negara, untuk pemeriksaan specimen suspek ke laboratorium.

Disebutkan, pada tahun 2023, virus Marburg terjadi di Guinea Khatulistiwa, terdapat 29 kasus dengan 27 kematian, serta Tanzania 8 kasus dengan 5 kematian.

Sebelumnya, ada 17 outbreak di dunia terutama negara-negara Afrika Tengah pada tahun 1967-2022.  Terbesar terjadi di Kongo tahun 1954-2000 sebanyak 154 kasus, Angola tahun 2004-2005 dengan 252 kasus.

Baca Juga: Haruskah Kita Khawatir dengan Virus Monkeypox? Ini Laporan Banyaknya Kasus Cacar Monyet di Dunia

Tanggapan netizen

Sementara itu, sejumlah netizen Instagram @@kemenkes_ri, memberikan tanggapan soal kewaspadaan virus Marburg di Indonesia, misalnya :

@nhone08, virus baru bermuculan kan mau lebaran

@panas_ter1k, Dh jalani hidup aja.. klo mang dh wktu nya mau lawan pke apa psrah.. dripada kyk covid lg..mles..

@robbyculous, Di sini belum terdeteksi atau belum ada alat yang bisa mendeteksi? Atau sengaja belum dilakukan pendeteksian?

@lemongrassrose, Ada vaksinnya ngga untuk naik kereta ????

@dinaadin88, Innaalillaahi wa innailaihi roji'un...astaghfirullah...virus apa lg ini ya allah... Semoga Indonesia ttp dlm lindunganmu ya allah...aamiin

@ekacantika_Waduh mau lebaran nih ada lg nih...ya Allah lindungi negara km & saudara" kami dri virus yg mematikan...Aamiin

@lina_manda_sari, Si c*vid yang fatalitynya trrmasuk rendah aja udah bikin mental breakdown, apalagi yg kasus delta, apalagi ini yg fatality 88% ????, penuh lah pemakaman.

@sobapoenya, Nanti ajah pengumuman virusnya ,habis lebaran

@villiani.nw29, Napasiiiii tiap mo lebarannn …elah

@digitalfitofficial, Perlindungan pertama dan terakhir adalah dari antibodi tubuh kita dan metabolisme. Jika lemah maka apapun virus atau penyakit mudah terkena. Jalanin pola hidup sehat secara konsisten.

Dan lain-lain. ***

Editor: Kodar Solihat

Sumber: Instagram @kemenkes_ri


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah