Rusia Ukraina akan Segera Menerima Ekspor Biji-bijian Guna Mengurangi Resiko Kelaparan

22 Juli 2022, 16:33 WIB
Ilustrasi Rusia Ukraina akan segera menerima ekspor biji-bijian dan mengurangi risiko kelaparan. /ANTARA/REUTERS/Valentyn Ogirenko/pri/ /

DESKJABAR – Rusia Ukraina akan segera menerima ekspor biji-bijian dan mengurangi risiko kelaparan

Perjanjian bertujuan untuk membuka kembali pelabuhan Laut Hitam di Ukraina akan ditandatangani.

Demikian Turki mengatakan bahwa Rusia Ukraina akan menandatangani perjanjian pada hari Jumat.

Baca Juga: Wisata di Kota Semarang Kengerian Dibalik Keindahan, Wisata Ngeri Ngeri Sedap

Hal ini dapat mengurangi risiko kelaparan bagi jutaan orang di seluruh dunia setelah invasi Rusia.

Ukraina dan Rusia adalah pengekspor makanan terbesar di dunia.

Pelabuhan Ukraina diblokir oleh Armada Laut Hitam Rusia, termasuk jalur utama Odesa.

Sedangkan penangguhan transportasi biji-bijian selama perang lima bulan harus mendorong harga global, dan membuka kembali pelabuhan Ukraina guna mencegah kelaparan di kedua negara tersebut.

Baca Juga: Robert Alberts: Tak Ada yang Mudah Buat Persib di Liga 1, Demi Prestasi Terbaik Bhayangkara Harus Dikalahkan

Dikutip dari antaranews.com, kendati pelabuhan Rusia tidak ditutup, namun Moskow sangat menyesalkan kargonya telah diblokir oleh sanksi dari pihak Barat.

Negara Amerika Serikat dan Uni Eropa belum lama ini menyesuaikan sanksi untuk memperkenalkan pengecualian yang lebih jelas untuk ekspor makanan dan pupuk Rusia.

Departemen Luar Negeri AS menyambut baik pengumuman itu dan mengatakan Rusia akan bertanggung jawab untuk melakukan transaksi tersebut.

Turki, anggota NATO yang memiliki hubungan baik dengan dua negara yang dilanda perang, telah mendominasi selat yang mengarah ke Laut Hitam dan telah bertindak sebagai perantara dalam masalah ini.

Baca Juga: Inilah Pofil Desa Hegarmanah Jatinangor Sumedang yang Kini Viral karena Terdaftar Jadi Alamat Kantor Google

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang memiliki kekuatan untuk melakukan semua bisnis, sedang dalam perjalanan.

Ankara mengatakan kedua pihak akan mencapai kesepakatan tertulis, yang pada prinsipnya disepakati pada pertemuan di Istanbul pekan lalu. Semua rincian transaksi tidak segera diumumkan.

Kantor Presiden Tayyip Erdogan mengatakan akan ditandatangani di kantor Istana Dolmabahce pada pukul 13:30 GMT pada hari Jumat, kata kantor Tayyip Erdogan.

Tidak ada konfirmasi langsung dari Moskow.

Pemerintah Kyiv belum mengkonfirmasi bahwa kesepakatan telah tercapai.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Kamis malam bahwa putaran lain negosiasi yang dipimpin PBB untuk mencabut embargo ekspor gandum Ukraina akan diadakan di Turki pada hari Jumat.

Singkatnya, dokumen yang ditandatangani mengharuskan kedua belah pihak untuk memastikan operasi yang aman dari rute ekspor di Laut Hitam, kata Oleg Nikolenko, juru bicara Kementerian Luar Negeri.***

Editor: Dendi Sundayana

Tags

Terkini

Terpopuler