Dukung Anak Kembali ke Rutinitas Sehat dan Hindari Risiko Stunting dengan Protein

- 18 April 2024, 11:32 WIB
ilustrasi Stunting
ilustrasi Stunting /Freepik

DESKJABAR – Asupan makanan dan gizi yang cukup penting untuk mendukunga ktivitas anak yang mulai sibuk. Perlu diperhatikan juga nutrisi penting yang mendukung daya tahan tubuh, karena sekolah tak jarang menjadi tempat anak terkena penyakit.

Pola makan harian yang sehat dengan kandungan gizi yang cukup dan seimbang sangat penting untuk mendukung kegiatan sehari-hari anak, menjaga daya tahan tubuhnya, dan tumbuh kembang mereka yang
optimal.

Pola makan sehat dengan kandungan gizi yang cukup dan seimbang ini akan membantu orang tua memastikan anak mampu mencapai potensi maksimal mereka dalam tumbuh kembangnya, daya tahan tubuhnya kuat dan terhindar juga dari risiko stunting ataupun hambatan pertumbuhan lainnya.

Baca Juga: BNPB : 272 KK dan 828 Jiwa Terdampak ERUPSI G Ruang di Sulawesi Utara, Bupati: Berlakukan Masa Tanggap Darurat

Sayangnya, hingga kini dalam tujuan Indonesia Emas 2045, isu stunting masih naik ke permukaan dan menjadi perhatian.

Seperti diungkap Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, untuk mencapai Indonesia Emas 2045, diperlukan penurunan angka stunting yang signifikan, dan ditargetkan bisa turun hingga 14 persen di 2024, sehingga tujuan Zero Stunting di tahun 2030 mungkin dicapai.

Tentu banyak sekali upaya yang harus dan dapat dilakukan bersama dalam mencapai tujuan ini, mulai dari unit terkecil di masyarakat, yaitu keluarga. Keluarga perlu memastikan pemenuhan gizi anak cukup untuk tumbuh kembangnya. Tugas orang tualah untuk memilih makanan yang mendukung tumbuh kembang anak ini.

Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK.(K) spesialis gizi klinik di RS Mitra Kemayoran, Jakarta menjelaskan bahwa pemenuhan gizi anak ini sebenarnya sudah dituangkan di pedoman makan yang disusun Kementerian Kesehatan lewat Peraturan Menteri Kesehatan no 41 tahun 2014, “Di pedoman gizi seimbang itu dijelaskan bagaimana porsi makan untuk anak, yaitu terdiri dari makan utama yang lengkap tiga kali satu hari, ditambah dua sampai tiga kali selingan.

Makan utama terdiri dari sumber karbohidrat, yang sehari-hari kita sebut sebagai makanan pokok, ada lauk pauk yang menjadi sumber protein, baik itu hewani dan nabati, dan dilengkapi sayur dan buah,” jelas dr. Lucy.

Halaman:

Editor: Yedi Supriadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah