Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk Pertanian Jawa Barat 2024 Naik 85 Persen

- 31 Maret 2024, 12:30 WIB
Stok pupuk bersubsidi, usaha pertanian Jawa Barat memperoleh tambahan alokasi untuk tahun 2024.
Stok pupuk bersubsidi, usaha pertanian Jawa Barat memperoleh tambahan alokasi untuk tahun 2024. /dok Pupuk Indonesia

DESKJABAR – Usaha pertanian di Jawa Barat mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi sampai 85 persen alias hampir dua kali lipat untuk tahun 2024 ini. Apalagi, usaha pertanian padi di Jawa Barat segera kembali memasuki musim tanam pasca musim panen Maret-April 2024.

Pemerintah meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi sebagai salah satu upaya menggenjot produksi padi sebagai penghasil beras. Indonesia mengkhawatirkan terjadi kondisi darurat pangan, sebagai dampak perubahan iklim ditambah efek kekeringan panjang tahun 2023.

Musim panen padi awal 2024 di Indonesia sebagian besar mengalami keterlambatan, dengan mulai diperoleh pada Maret dan April 2024. Padahal biasanya, musim panen padi diperoleh antara Januari sampai Februari, karena saat normal musim tanam adalah Oktober sampai Desember.

 Baca Juga: Jawa Barat Lakukan Pompanisasi di Lahan Tadah Hujan, Genjot Pertanian Padi 2024

Data alokasi

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pada Minggu, 31 maret 2024, menginformasikan 34 provinsi di Indonesia yang memperoleh tambahan alokasi pupuk bersubsidi 2024. Rata-rata kenaikan alokasi pupuk bersubsidi antara 83-85 persen, tergantung besaran pertanian padi masing-masing provinsi.

Alokasi pupuk bersubsidi itu adalah untuk pertanian padi, jagung, kedelai, cabe, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao. 

Jawa Barat bersama Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, memperoleh pasokan pukuk bersubsidi pada kelompok paling besar. Sedangkan jumlah provinsi memperoleh alokasi besar pupuk bersubsidi, adalah Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

Untuk pupuk urea, provinsi yang terbesar memperoleh pupuk bersubsidi terbesar adalah Jawa Timur 981.730 ton dan Jawa Tengah 773.647 ton, lalu Jawa Barat 643.990 ton (semula 371.493 ton), serta Sulawesi Selatan 407.492 ton.

Untuk pupuk NPK, Jawa Barat memperoleh 475.139 ton (semula 222.255 ton), juga pupuk NPK FK sebanyak 416 ton (semula 60 ton).

Halaman:

Editor: Kodar Solihat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah