Jelang Turnamen di Eropa, Pasukan Pelatnas Cipayung Ditempa Tingkatkan Fisik dan Daya Juang

- 9 Februari 2021, 20:12 WIB
Logo PBSI
Logo PBSI /

 

DESKJABAR - Menghadapi turnamen yang akan berlangsung di kawasan Eropa awal Maret mendatang, para penghuni Pelatnas PBSI Cipayung kembali berlatih dengan intensitas tinggi, untuk meningkatkan dari sisi teknik, fisik, mental, dan daya juang, begitu juga dengan faktor gizi dan sport science.

Hal ini diperlukan untuk terjun di tiga turnamen yaitu di Swiss Terbuka, Jerman Terbuka, dan All England yang menjadi ajang pembuktian untuk kembali tampil maksimal.

Kepala Sub Bidang Pengembangan Sport Science PP PBSI, Iwan Hermawan mengakui jika beberapa pemain kondisi fisiknya masih sering kedodoran bahkan kelebihan berat badan.

Baca Juga: Persib Bandung : I Made Wirawan Berlatih Bela Diri Muat Thai, Ini Alasannya

“Saya akui beberapa atlet kondisi fisiknya memang masih kedodoran, jadi secara khusus saya sudah berbicara dengan para pelatih fisik, di minggu ini kami akan melihat dulu apa saja yang kurang lalu minggu depan mencoba memenuhi kebutuhan program agar sesuai standarnya. Termasuk pemenuhan gizi dan suplemen dari tim medis,” kata Iwan, Selasa 9 Februari 2021 seperti yang dikutip DeskJabar dari laman PBSI.

“Untuk beberapa pemain yang kelebihan berat badan juga kami fokuskan kondisi fisiknya agar kembali ideal, karena kalau sudah overweight, kerja ototnya dan kerja untuk menggerakan tubuhnya butuh tenaga ekstra di samping geraknya menjadi lambat. Pada akhirnya ini mempengaruhi daya tahan yang menjadi pondasi dari semua,” tutur Iwan.
 

 

Iwan Hermawan menjelaskan ia bersama Rionny Mainaky dan tim pelatih sudah melakukan rapat evaluasi atas hasil yang didapat di Thailand sekaligus mengidentifikasi kekurangan-kekurangan para atlet untuk diperbaiki jelang tur Eropa.
 
“Saya sudah rapat dengan semua, hal non-teknis ini harus kita antisipasi dan saya menyarankan kita coba simulasi di lingkungan pelatnas dengan situasi yang sama seperti di dalam pertandingan yang akan kita hadapi. Saya juga akan berkoordinasi dengan pelatih untuk menambah volume latihan demi mempertahankan daya tahan yang baik untuk atlet kita,” katanya.
 
 
“Pertandingan di masa pandemi ini memang special case, karena banyak sekali tekanan. Dari mulai protokol kesehatan yang ketat, pembatasan ruang gerak hanya di hotel dan tempat pertandingan, juga pemeriksaan tes usap yang berkala menjadi kekhawatiran yang terus-menerus. Ini memang tantangan,” ujar Iwan Hermawan.
 
 
Lebih lanjut Iwan mengatakan performance analysis juga sudah diterapkan pada setiap pertandingan, sehingga bisa terlihat evaluasi kekurangan secara teknik untuk menjadi sasaran dan fokus perbaikan pada latihan.***

 

Editor: Ferry Indra Permana

Sumber: badmintonindonesia.org


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah