Pilgub Jatim 2024, Partai Golkar Resmi Usung Khofifah-Emil Dardak

- 18 Mei 2024, 05:00 WIB
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) bersama mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak saat memberikan keterangan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat 17 Mei 2024
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) bersama mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak saat memberikan keterangan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat 17 Mei 2024 / ANTARA/Rio Feisal/

DESKJABAR - Partai Golkar secara resmi mengusung mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dalam Pilgub Jatim 2024  yang akan digelar pada  Pilkada Serentak 2024  tanggal 27 November 2024.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam pertemuan silaturahmi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat 17 Mei 2024,

"Kami sudah mengeluarkan surat keputusan untuk mengusung Khofifah dan Emil sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur," kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa hal, termasuk keinginan partainya agar Khofifah-Emil melanjutkan kembali kepemimpinan di Jatim.

Baca Juga: Pilkada Jatim 2024, dalam Politik Tidak Ada Musuh Abadi, PDIP Beri Sinyal Koalisi dengan PAN Usung Khofifah

Baca Juga: KPU Kini Tegaskan, Caleg Terpilih Maju Pilkada 2024 Harus Mundur

"Kami juga ingin melanjutkan karena dalam Pilpres kemarin Jawa Timur hasilnya baik, dan juga Khofifah dan Emil di Pilkada yang lalu juga pertama kali diberikan penugasan oleh Partai Golkar," ujarnya.

Ia lantas menjelaskan bahwa partai Golkar konsisten untuk mendukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim, dan sudah berkomunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Partai Golkar merupakan anggota KIM untuk mengusung Presiden-Wakil Presiden terpilih RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Partai lain yang tergabung dalam KIM meliputi Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Kami sudah komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju yang seluruhnya punya calon yang sama. Jadi, kalau kami lihat di Jawa Timur, Koalisi Indonesia Maju ini punya 52 persen (suara). Jadi cukup, tetapi kalau yang lain (partai nonkoalisi) mau ikut, boleh," katanya.

Halaman:

Editor: Zair Mahesa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah