Di Kota Bandung Ada Sekitar 50 Ribu Bayi Rawan Stunting

- 17 Oktober 2020, 19:30 WIB
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded sedang melakukan peninjauan usai meresmikan komunitas tangina di Kelurahan Kebon Gedang Bandung /

 

DESKJABAR- Kota Bandung termasuk wilayah yang rawan terhadap bayi dibawah lima tahun stunting. Menurut Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded di Bandung diperkirakan ada 50 ribu balita rawan stunting.

Menurut Siti Muntamah, keadaan ini tentu saja harus diselamatkan jangan sampai generasi penerus mengalami stunting.

Menurut istri wali kota Bandung ini, pihaknya bertekad untuk mengentaskan kasus stunting di Kota Bandung dengan cara bahu membahu dengan semua stake holder. "Dengan Lembur Tohaga Lodaya ini akan mengentaskan kasus stunting di kota Bandung.

Baca Juga: Terkait UU Cipta Kerja, Ada 40 Peraturan Disiapkan untuk Menampung Aspirasi Publik

Sementara itu berdasarkan data yang ada, saat ini masih terdapat 8.211 kasus stunting di Kota Bandung pada usia balita. Dan 8.711 orang bayi dibawa usia dua tahun. Termasuk ada 54 anak di Kelurahan Kebon Gedang ini yang masuk dalam kasus stunting.

“DI kelurahan Kebon Gedang juga ada kasus stunting makanya kita akan tuntaskan,” ujar Siti Muntamah Oded yang meresmikan Komunitas Tanginas di Kelurahan Kebon Gedang Kota Bandung, Sabtu 17 Oktober 2020.

Dijelaskan, Indonesia adalah penyumbang manusia pendek ketiga terbesar di dunia. 

Manusia pendek merupakan manusia yang memiliki keterbatasan kognitif yang pendek dengan kondisi perkembangan otak yang tidak maksimal. 

Hal ini disebabkan oleh pada masa awal pertumbuhan anak dalam 1000 hari pertama hingga dua tahun usia anak tidak mendapatkan gizi yang cukup untuk pengembangan otaknya.

Halaman:

Editor: Yedi Supriadi


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X