341 Hektar Sawah di Sukabumi Ditargetkan Menjadi Lahan Pertanian Abadi

- 14 Oktober 2020, 16:14 WIB
Sawah dan perkampungan serta perumahan di Jawa Barat. /DeskJabar/Kodar Solihat

DESKJABAR - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Jawa Barat, menargetkan seluas 341 hektare lahan pertanian produktif menjadi lahan abadi atau lahan pertanian produktif berkelanjutan (LP2B).

"Saat ini kami gencar melakukan sosialisasi terkait program LP2B kepada pemilik lahan pertanian, sebagai langkah antisipasi terjadinya alih fungsi menjadi bangunan," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) DKP3 Kota Sukabumi Abdurahman Eka Putra di Sukabumi, dilansir Antara, Selasa, 13 Oktober 2020.

Menurutnya, lahan pertanian di Kota Sukabumi terus berkurang seiring dengan semakin meningkatkanya kebutuhan akan tempat tinggal dan bangunan lainnya. Dengan kondisi yang seperti itu, pihaknya khawatir lahan pertanian produktif semakin tergerus dengan pesatnya pembangunan fisik. Maka dari itu, antisipasi terus dilakukan apalagi, harus diakui saat ini harga tanah di kota ini cukup tinggi, sehingga pemilik lahan bisa tergiur dengan nominal uang yang ditawarkan.

Dampak dari alih fungsi lahan tersebut adalah produksi pangan akan terus berkurang dan tentunya akan menjadi permasalahan di kemudian hari. Maka dari itu, Pemkot Sukabumi melalui DKP3 beberapa tahun lalu merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang LP2B.

Tidak lama dari itu, DPRD setempat pun akhirnya mengesahkan menjadi perda definitif yang salah satu isi dari peraturan itu adalah ketersediaan lahan pertanian abadi yang targetnya seluas 341 hektare.

Tentunya agar target tersebut tercapai, para penyuluh pertanian dikerahkan untuk memberikan sosialisasi tentang program LP2B dan ternyata disambut baik oleh pemilik lahan di wilayah Kelurahan Cibeureumhilir, Kecamatan Cibeureum yang tergabung dalam Kelompok Tani Saroja.

"Kami mengapresiasi pemilik lahan yang dikomandoi oleh Kapoktan Saroja Edi Supriadi yang menyerahkan sawah seluas 3,3 hektarenya tersebut masuk ke dalam program LP2B," tambahnya.

Baca Juga: Tanah Pertanian, Harta Tak Ternilai Harganya

Sistem kontrak

Halaman:

Editor: Kodar Solihat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X