TOL Dalam Kota Bandung akan Dibangun Tahun 2024, NS Link Masuk Daftar PSN dengan Skema Inisiatif Swasta

- 15 Mei 2024, 11:00 WIB
Ilustrasi. Inilah rencana pembangunan jalan tol dalam kota Bandung atau BIUTR, yang akan menghubungkan Tol Pasteur hingga Cileunyi.
Ilustrasi. Inilah rencana pembangunan jalan tol dalam kota Bandung atau BIUTR, yang akan menghubungkan Tol Pasteur hingga Cileunyi. /Facebook PRFM/

DESKJABAR – Ditengah belum ada kejelasan pelaksanaan lelang proyek Tol Getaci yakni Tol Gedebage hingga Ciamis, ada perkembangan baru tentang Tol Dalam Kota Bandung. Perkembangan terbaru menyebutkan Tol Dalam Kota Bandung rute Pasteur-Cileunyi akan mulai dibangun pada tahun ini.

Sementara proyek jalan tol dalam kota Bandung lainnya yakni NS Link atau Nort-South Link akhirnya masuk daftar Program Strategis Nasional (PSN), yang diharapkan juga akan segera dibangun.

Baca Juga: ADA Investor Dilarang Ikut Tender Proyek Tol Getaci Tol Gedebage Ciamis, Siapakah Gerangan?

Kabar baru rencana pembangunan Bandung Urban Intra Toll Road (BIUTR)atau tol dalam Kota Bandung ini dikemukakan Deputi VI Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, pada Selasa 14 Mei 2024 di Jakarta.

Susiwijono mengemukakan Tol Dalam Kota Bandung  yang akan dibangun adalah BIUTR dan NS Link . Keduanya masuk dalam dokumen rekapitulasi aturan PSN dimana pembangunan jalan tol dalam Kota Bandung yang mencangkup BIUTR dan NS Link.

Dia mengatakan bahwa tol dalam Kota Bandung ini direkomendasikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

Sebelumnya pada 28 Februari 2024, Pemprov Jabar yang dipimpin Pj Gubernur Jabar, Bey Triadi Machmudin, mendatangi Kementerian PUPR di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Menteri PUPR Basuki menyatakan tetap komitmen pada pembangunan 5 proyek di Jabar, di antaranya adalah pembangunan 2 jalan tol yakni Tol Getaci dan tol dalam kota Bandung.

Proyek Tol Getaci sendiri saat ini masuk persiapan prakualifikasi dan akan masuk tahap lelang atau tender pada tahun ini juga.

Sementara itu, mengutip dari laman kementerian PUPR pada Desember 2023, bahwa proyek tol dalam kota Bandung termasuk di antara 6 proyek jalan tol yang akan dilelang pada tahun 2024, selain Tol Getaci dan Tol Akses Patimban, Subang.

Bandung Urban Intra Toll Road

Sebenarnya proyek Bandung Urban Intra Toll Road (BIUTR) yang menghubungkan Pasteur hingga ke Cileunyi, sudah ada sejak lama atau sekitar 17 tahun.

Menurut Susiwijono, proyek Bandung Intra Toll Road akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha. Proyek jalan tol ini akan membentang sepanjang 28,3 kilometer. Proyek ini akan membutuhkan investasi sebesar Rp 7,83 triliun.

Susiwijono mengemukakan bahwa BIUTR  dengan rute Pasteur-Cileunyi akan mulai dibangun pada kuartal ketiga tahun ini.

Menurutnya, proyek tersebut diprakarsai oleh pemerintah atau solicited Tol Dalam Kota Bandung akan melalui Jalan PHH Mustofa, Jalan A.H. Nasution, hingga Jalan Raya Bandung-Sumedang. Jalan bebas hambatan tersebut dirancang agar terhubung dengan Tol Padalarang-Cileunyi.

Adapun rute BIUTR tersebut adalah : Pintu tol Pasteur-Jalan Junjunan-Flyover Pasirkaliki (terowongan)-Flayover Pasopati-Gasibu-Jalan Surapati-Junction Pusdai-Jalan PHH Mustopha-Junction Ujungberung-Cibiru-Junction Cileunyi.

NS Link

Sementara itu, Susiwijono menyampaikan bahwa NS Link Bandung diprakarsai oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Namun Susiwijono belum menjelaskan lebih rinci berapa nilai investasi  proyek tol tersebut.

Sebelumnya pada Februari 2023, Walikota Bandung yang ketika itu masih dipegang Yana Mulyana, mengatakan bahwa NS Link siap dibangun dan semua persiapan dan perizinan sudah rampung.

Baca Juga: MAU Daftar PPDB SMA 2024 Jawa Barat? Simak Persyaratan Peserta yang Harus Disiapkan Sesuai Jalur Pendaftaran

Pada Juni 2023, rencana dimulainya pembangunan jalan tol ini semakin nyata, setelah bos PT Citra Marga Nusaphala Persada yakni Jusuf Hamka menyatakan bahwa jalan tol dengan nilai investasi Rp 12 triliun itu akan dimulai pembangunannya pada tahun 2024.

Jusuf Hamka berharap proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga proses pembebasan lahannya bisa diantu pemerintah.

Dari siteplan yang beredar ketika itu, NS Link akan mengambil rute Jalan Pasirkoja- Jalan Peta- Tegalega- Jalan BKR- Jalan Pelajar Pejuang- Jalan Gatot Subroto- Jalan Laswi, Jalan Sukabumi-Jalan Supratman –Junction Pusdai.

NS Link  diinisiasi oleh emiten jalan tol milik pengusaha yang dikenal sebagai raja tol, Jusuf Hamka yaitu PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP), melalui anak usahanya yaitu PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Melihat dari siteplan rencana pembangunan NS Link Bandung, jalan tol yang akan terbentang mulai dari Pasirkora hingga Pusdai sepanjang 14,3 kilometer, seluruhnya akan dibangun di atas permukaan tanah atau jalan layang.

Proyek yang akan menghabiskan investasi sebesar Rp 12 triliun itu, nantinya akan terhubung dengan BIUTR yang membentang dari Pasteur ke Cileunyi sepanjang 28,3 kilometer. Titik pertemuannya akan terjadi di simpang susun Pusdai. Sedangkan dari arah selatan, jalan tol NS Link ini akan terhubung dengan simpang susun Pasirkoja yang menghubungkannya dengan Tol Padaleunyi dan Tol Soroja.***

Editor: Dendi Sundayana

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah