PTPN VIII Perluas Areal Kelapa Sawit dan Bangun Pabrik Sawit Baru

- 15 Oktober 2020, 18:06 WIB
SEVP SEVP Operasional II PTPN VIII, Jhoni Halilintar Tarigan, memberikan gambaran pengembangan areal kelapa sait dan pendirian pabrik baru pengolah minyak sawit di selatan Sukabumi, di kantor direksi PTPN VIII di Bandung, Kamis 14 Oktober 2020. /DeskJabar/Kodar Solihat

DESKJABAR – Pengembangan areal komoditas dan produksi minyak sawit dilakukan badan usaha milik negara PT Perkebunan Nusantara VIII di Jawa Barat. Perusahaan tersebut menambah lagi areal kelapa sawit sekitar 10.000 hektar secara bertahap.  

SEVP Operasional II PTPN VIII, Jhoni Halilintar Tarigan, kepada DeskJabar, di Bandung, Kamis, 14 Oktober 2020, menyebutkan, pengembangan areal komoditas kelapa sawit mayoritas dilakukan pada tiga unit kebun di Kabupaten Sukabumi. Penanaman dilakukan pada areal di selatan Sukabumi, karena lokasinya secara ketinggian tempat cocok untuk pembudidayaan tanaman kelapa sawit.

Untuk mendukung produksi kelapa sawit, dikatakan, PTPN VIII juga bersiap membangun sebuah pabrik baru pengolahan sawit. Rencananya, pabrik minyak sawit baru itu dibuat di Kebun Pasirbadak, di Afdeling Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Penambahan areal kelapa sawit tersebut, menurut Jhoni H Tarigan, dilakukan dengan mengkonversi komoditas karet, dan menanami areal yang selama ini kurang produktif. Diharapkan, 4 s.d 5 tahun ke depan, sudah berproduksi lalu diolah pada pabrik baru yang akan dibangun di Afdeling Citarik itu.

PTPN VIII kini sudah mengusahakan 20.000-an hektar tanaman kelapa sawit, serta memiliki dua pabrik pengolahan sawit, yaitu di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kertajaya Kabupaten Lebak, Banten, dan PKS Cikasungka, di Kabupaten Bogor. Dengan penambahan areal tanaman sawit dan pabrik pengolahan sawit, PTPN VIII menjadi total akan mengelola 30.000-an hektare kelapa sawit dan tiga pabrik kelapa sawit.  

“Mengapa mengembangkan kelapa sawit, karena komoditas itulah yang kini menjadi andalan usaha perkebunan di Indonesia, dan sudah jelas keuntungannya dan prospeknya bagus ke depan. Seiring dengan itu, kebutuhan penambahan tenaga pun muncul, sehingga akan membuka banyak lapangan kerja,” ,” ujar Jhoni H Tarigan.

Disebutkan, prospektifnya komoditas kelapa sawit bakal prospektif ke depan, karena penggunaannya meluas, bukan hanya minyak goreng, juga aneka produksi industri lainnya terus berkembang. Apalagi,, ada pula kebutuhan bahan bakar nabati yang kini dikembangkan di Indonesia, dengan menggunakan bahan sawit, yaitu B20, B30, lalu B50.

Baca Juga: PTPN VIII Kembangkan Kebun Sawit Ramah Lingkungan

Bahan bakar nabati

Halaman:

Editor: Kodar Solihat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X