Hadapi El Nino 2023, Percepatan Tanam Pertanian dan Perkebunan Dilakukan

- 20 Februari 2023, 11:32 WIB
Menghadapi kemungkinan El Nino 2023 alias kekeringan, Kementerian Pertanian meminta berbagai provinsi di Indonesia percepatan tanam.
Menghadapi kemungkinan El Nino 2023 alias kekeringan, Kementerian Pertanian meminta berbagai provinsi di Indonesia percepatan tanam. /Kodar Solihat/DeskJabar.com

DESKJABAR – Menghadapi kemungkinan terjadinya El Nino 2023 alias kekeringan, pihak Kementerian Pertanian meminta berbagai provinsi di Indonesia melakukan percepatan tanam pertanian dan perkebunan. 

Wilayah Indonesia diprediksi akan terdampak El Nino 2023 skala lemah pada April-Mei 2023. Penanaman kembali tanaman pangan dan perkebunan diharapkan segera dilakukan.

Di Indonesia, termasuk Jawa Barat diketahui akan memasuki panen raya padi awal tahun 2023, sekitar Maret. Tampaknya, setelah panen akan langsung dilakukan kembali pengolahan tanah dan percepatan tanam.

 Baca Juga: Kemarau di Jawa Barat 2023, Serangan Tikus Bakal Mengganas ke Pertanian dan Pemukiman ?

Informasi dari Kementerian Pertanian diperoleh melalui Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Senin, 20 Februari 2023, disebutkan, menindaklanjuti arahan Menteri terkait El Nino dan upaya adaptasi dan mitigasinya, km sampaikan beberapa hal berikut.

  1. Dari prediksi iklim global (International Reasearch Institute for Climate Society (IRI Columbia) diprakirakan akan terjadi El Nino (lemah) mulai sekitar April/Mei 2023.
  2. Mohon dipetakan secara cepat wilayah-wilayah yang sangat rentan terhadap kekeringan (merah), rentan (kuning), dan tidak rentan (hijau).
  3. Siapkan personil dan alsintan untuk brigade El Nino untuk tugas serbu El Nino.
  4. Agar dilakukan gerakan percepatan tanam melalui brigade tanam/panen secara maksimal dengan "mengejar hujan" dan pemanfaatan sisa air yang masih ada. Siapkan alsin tanam (transplanter) dan panen (comb harvester).
  5. Unit wiayah sangat rentan (a) perlu disiapkan pompa dalam jumlah banyak untuk pemanfaatan air unt irigasi dari embung, dam parit, waduk, sungai, sumur pantek yg ada dll, (b) sgr mulai skr membuat/memanfaatkan BIO PORI, dan (c) upaya panen air (water harvesting) dan konservasi air lainnya.
  6. Untuk wilayah rentan, dilakukan sebagaimana point 4 dalam jumlah dan kapasitas sedang.
  7. Untuk operasionalisasi adaptasi dan mitigasi segera siapkan dan sampaikan surat edaran kpd Gubernur/Bupati/Walikota dan kadis untuk kesiapan menghadapi El Nino.

Baca Juga: Produksi Padi Jawa Barat Diprediksi Turun pada Awal 2023, Akibat Hama dan Pupuk Pertanian

 Pertanian dan perkebunan Jawa Barat

Sebagai gambaran, upaya percepatan tanam menjadi agenda rutin dilakukan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat selama beberapa tahun terakhir.

Halaman:

Editor: Kodar Solihat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah